skip to Main Content
Tugu Koperasi Saksi Sejarah Yang Semakin Dilupakan

Tugu Koperasi Saksi Sejarah yang Semakin dilupakan

Kota Tasikmalaya dikenal sebagai kota santri dan dikenal pula memiliki banyak kerajinan. Kota Tasikmalaya dan sekitarnya memiliki banyak pusat kerajinan, di antaranya kerajinan bordir, kerajinan anyaman, kerajinan makanan olahan, batik, kelom geulis dan masih banyak kerajinan lainnya.

Hampir semua masih berupa Usaha Kecil Menengah (UKM). Ternyata karena memiliki banyak UKM itu, Koperasi berkembang dan lahir di Kota Tasikmalaya. Hal ini terbukti dengan terdapatnya Tugu Peringatan Kongres Koperasi Indonesia.

Tugu ini merepresentasikan sejarah koperasi Indonesia. Alamat Tugu Koperasi Indonesia berada di Jl. Dr. Moh. Hatta No : 63, Kel. Sukamanah Kec. Cipedes Kota Tasikmalaya. Koordinat Tugu Koperasi Indonesia berada pada titik S7.3193 E108.2226. Jarak Tugu Koperasi dari pusat kota Tasikmalaya sekitar 2 km
Hingga kini bentuk tugu koperasi masih utuh dan cukup terawat. Bentuknya berupa 12 pilar setinggi 3 meter bershap, setengah leter U, mengitari logo koperasi lama berbentuk pohon beringin terbuat dari kuningan.

Pilar 12 merupakan simbol tanggal, bahwa tanggal 12 Juli 1947 merupakan hari Koperasi Nasional dan di tempat itulah kongres koperasi pertama kali digelar mulai tanggal 12-14 Juli 1947.

Di samping tugu, tertulis catatan pada sebuah plang, “Di sini tempat berlangsungnya kongres koperasi yang pertama, tanggal 12-14 Juli 1947 antara lain memutuskan, 12 Juli sebegai hari Koperasi Indonesia”.

Masih di kompeks tugu koperasi berdiri, hingga kini masih beroperasi usaha Pusat Koperasi Kota-Kabupaten Tasikmalaya (KPPT). Koperasi ini didirikan tahun 1943, 4 tahun sebelum kongres koperasi digelar.

Manager KPPT, Nana Rukmana mengatakan, pada zamannya, KPPT merupakan koperasi terbesar di Tasikmalaya bahkan di Indonesia.

Di zaman keemasannya, diselenggarakan berbagai unit usaha mulau simpan pinjam hingga pabrik tenun.

Hingga kini, usaha yang masih berjalan, unit simpan pinjam, sewa bangunan juga pabrik tenun dan penggilingan padi. Hanya saja untuk pabrik tenun, sudah disewakan kepada pihak ketiga, pihak koperasi hanya menerima biaya sewa setiap tahun.

Sebagian ruangan KPPT juga digunakan sebagai kantor Koperasi Cipedes Kota Tasikmalaya. Salah satu unit usahanya, penerimaan pembayaran rekening listrik.

Melihat kondisi koperasi seperti itu, tidak kecil kemungkinan sebagai representasi kondisi koperasi secara nasional. Model perekonomian yang digadang-gadnag sebagai soko guru ekonomi Indonesia ini keberadaannya semakin terpinggirkan.

Bahkan tidak jarang, keberadaan koperasi hanya sebagai sarana klaim pemerintah supaya dikatakan berpihak kepada ekonomi kerakyatan.
(dari berbagai sumber)