skip to Main Content
Kilas Balik Hari Lahir Koperasi Indonesia, 70 Tahun Koperasi Indonesia

Kilas Balik Hari Lahir Koperasi Indonesia, 70 Tahun Koperasi Indonesia

Setelah Indonesia Merdeka, pada bulan Desember 1946, Ir. Teko Sumodiharjo diangkat sebagai Dirjen Perekonomian Rakyat yang menangani Koperasi. Kepala Jawatan dipegang oleh R.S Soeriaatmadja. Di tahun tersebut diselenggarakan Konferensi di Ciparay Jawa Barat untuk membentuk Pusat Koperasi Priangan yang diantara tugasnya secepat-cepatnya menyelenggarakan Kongres Koperasi Seluruh Indonesia. Menjelang penyelenggaraan Kongres Koperasi I di Tasikmalaya tanggal 11-14 Juli 1947, para pemimpin Gerakan Koperasi di Jawa Barat (Priangan) menetapkan untuk mengirim utusan ke Yogyakarta (ibukota RI). Waktu itu mereka bermaksud untuk menemui Bung Hatta, yang bukan saja dihormati sebagai Wakil Presiden, tetapi juga sebagai ahli ekonomi dan penganjur Gerakan Koperasi.
Utusan terdiri atas Niti Soemantri, Kastura, Much. Muchtar dan Kyai Lukman Hakim. Dalam pertemuan tersebut dibicarakan tentang berbagai masalah yang dihadapi Gerakan Koperasi dalam mengembangkan Koperasi, khususnya di daerah Jawa Barat. Pada umumnya, usaha yang telah dilaksanakan sesuai dengan yang diharapkan Bung Hatta. Selain bertemu dengan Bung Hatta, utusan Gerakan Koperasi Priangan juga menemui R.S. Soeria Atmadja (Kepala Jawatan Koperasi Pusat) yang berkedudukan di Magelang, dan R.M. Margono Djojohadikusumo (Presiden Direktur Bank Negara Indonesia).
Dengan R.M. Margono Djojohadikusumo, utusan Gerakan Kopeasi Priangan sependapat, bahwa untuk kepentingan Gerakan Koperasi Indonesia, sebelum Gerakan dapat mewujudkan usaha-usahanya sendiri, maka pada Bank Negara Indonesia akan dibentuk ” KAMAR Koperasi”, yang bertugas untuk menyelenggarakan kredit bagi Gerakan Koperasi di seluruh Indonesia.
Melalui persiapan tersebut, maka Pusat Koperasi Priangan mengambil prakarsa untuk menyelenggarakan Kongres Koperasi Pertama di Tasikmalaya. Dengan pertimbangan, kota Tasikmalaya termasuk daerah yang paling aman. Pengurus Pusat Koperasi Priangan yang sebenarnya berkedudukan di Bandung juga mengungsi ke Tasikmalaya, yang pada waktu itu merupakan ibukota Provinsi Jawa Barat untuk sementara. Pada tanggal 11-14 Juli 1947, Pergerakan Koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang Pertama di Tasikmalaya (di gedung Pabrik Tenun Perintis milik Pusat Koperasi Kabupaten Tasikmalaya) yang terletak di Jalan Ciamis No. 40. Dihadiri 500 orang utusan Koperasi se Jawa, Madura, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Sungguh luar biasa, karena ketika itu di seluruh negeri sedang dicekam situasi sulit dan genting. Nyala semangat untuk mengobarkan Panji Koperasi, telah menembus segala keterbatasan. Pelaksanaan Kongres dipercayakan kepada Pusat Koperasi Kabupaten Tasikmalaya (PKKT). Tanggal 12 Juli kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia, yang hingga saat ini selalu diperingati.
Kongres Koperasi I yang berlangsung 11 – 14 Juli 1947 di Tasikmalaya, menghasilkan beberapa keputusan penting, antara lain :
1. Dibentuknya SOKRI (Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia) berkedudukan di Tasikmalaya.
2. Azas Gotong Royong
3. Menetapkan Peraturan Dasar SOKRI
4. Menetapkan Pengurus serta Presidium yang diketuai oleh Niti Sumantri.
5. Kemakmuran rakyat harus dilaksanakan berdasarkan pasal 33, dengan Koperasi Rakyat, Koperasi Ekonomi, sebagai alat pelaksanaan.
6. Mendirikan Bank Koperasi Sentral
7. Ditempatkan konsep Koperasi Rakyat Desa yang meliputi tiga usaha; kredit, konsumsi dan produksi, dengan pernyataan bahwa Koperasi Rakyat Desa harus dijadikan dasar susunan SOKRI.
8. Memperhebat dan memperluas Pendidikan Koperasi Rakyat di kalangan masyarakat.
9. Distribusi barang-barang penting harus diselenggarakan oleh Koperasi.
10. Memutuskan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi Indonesia yang tiap–tiap tahun diperingati.
Pagi harinya dilakukan peletakan Tugu Koperasi yang diresmikan pada tanggal 12 Juli 1947. Dilanjutkan siang harinya diadakan Pameran Hasil Kerajinan Koperasi Kabupaten Tasikmalaya di ruangan Kongres.
Kongres Pertama ini juga menetapkan Lambang Koperasi Indonesia yang diciptakan oleh Suwarmin, sebagai logo resmi.