skip to Main Content
Drs. Kusmana Hartadji, MM. Siap Maksimalkan Ikhtiar Wujudkan Jabar Juara Koperasi

Drs. Kusmana Hartadji, MM. Siap Maksimalkan Ikhtiar wujudkan Jabar Juara Koperasi


Drs. Kusmana Hartadji, MM., lahir di Bandung pada 19 Maret 1967. Anak dari pasangan Tjetje Ukana Sudarta (Alm) dan Tati Hartati (76) ini, kini mengemban tugas sebagai Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat.

Suami dari Diana Rahesti (50) ini, menuturkan tentang awal kiprahnya menjadi ASN / PNS pada tahun 1994 sebagai CPNS. Sebelumnya ia sempat menjadi tenaga kontrak di Dinas UKM Provinsi Jawa Barat. Drs. Kusmana tertarik menjadi PNS, karena ia ingin mengabdi dalam kelembagaan masyarakat koperasi serta UMKM, sejalan dengan latar belakang pendidikannya, yakni dari Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin).

Kusmana Hartadji pertama kali ditempatkan sebagai ANS di Kandepkop & UK Kabupaten Renjas Bengkulu. Kemudian ia menjadi Pimpro selama dua tahun di Provinsi Bengkulu. Di Jawa Barat, jabatan pertamanya adalah menjadi pemegang kas umum, kemudian Subag Perencanaan selama lima tahun. Selanjutnya, ia menjalani mutasi ke Diskominfo sebagai Kasi Data Informasi, lalu ke Dinas KUKM dengan jabatan Kasi Pembiyaan selama tiga bulan. Diteruskan dengan mutasi lagi ke Biro Produksi Setda Jabar sebagai Kasubag Peternakan, dan ke Dinas KUKM (7 Bulan) sebagai Kepala Bidang Kemitraan dan Pengembangan Produk, hingga menjadi Kabid Pembiyaan dan Kabid Pemberdayaan Koperasi.

Sudah hampir 25 tahun Kusmana mengabdikan diri di Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat sebagai ASN / PNS. Ia mengaku bahwa, tidak ada niatan untuk banting stir ke profesi lain, selain mengabdikan diri sebagai ASN / PNS. Kusmana juga mewakafkan dirinya untuk menjadi pengurus DKM Masjid Al-Falah, Bidang Pelatihan dan Ketua DTM JIROLU.

“Pengalaman selama menjadi ASN / PNS yang tetap saya ingat adalah, saat tugas pertama ketika membantu menyusun program rekayasa koperasi di wilayah kecamatan terpencil di Kabupaten Renjas, hingga koperasi tersebut bisa menyelenggarakan RAT (Rapat Anggota Tahunan). Pengalaman lainnya selama menjadi ASN / PNS adalah, ketika pernah berbeda pendapat dengan Kepala Dinas Kabupaten Renjas, terkait pembuatan TPK Koperasi. Ketika itu yang membuat adalah saya, dan aturan tersebut harus dilaksanakan oleh pihak ketiga. Namun, oleh Bupati dan Kasi, TPK Koperasi itu harus dilaksanakan oleh masyarakat, hingga hasilnya tidak sesuai dengan spesifikasi.

Ayah dari Rifki Muhammad Fauzi, ST. (25), Dwiki Hardhiana Suparta (20) dan Diandra Khansa Hartadji (15) ini, selama menjadi PNS / ASN pernah mendapatkan penghargaan ‘10 tahun Pengabdian’ dari Presiden RI. Menurut Drs. Kusmana, pengetahuan atau kemampuan mengelola program, serta kebijakan yang berkaitan dengan jabatan, diperolehnya dari perbaikan teknis, belajar dan bertanya kepada para senior. Sedangkan upaya untuk meningkatkan profesionalitasnya adalah, dengan cara terus belajar serta menerima masukan, juga melakukan komunikasi secara intensif.

Penganut motto hidup “Maksimalkan Ikhtiar” ini menambahkan bahwa, target program kerja jangka pendek dan menengah Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat dibawah kepemimpinannya adalah, membuat aplikasi koperasi digital, UKM bisa naik kelas, Koperasi semakin berkualitas, Re-Branding Koperasi, Wirausaha semakin tumbuh, serta Aroporsi kredit UMKM meningkat.

Sedangkan program jangka panjangnya adalah, Koperasi & UMKM mampu berdaya saing, dan sektor agribisnis terus berkembang.